TAKALAR // Perwirapost.id — Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menegaskan pentingnya membangun sinergi, disiplin, dan tata kelola pemerintahan yang solid melalui semangat “One Team, One Command” di hadapan para camat dan kepala desa se-Kabupaten Takalar. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri penandatanganan Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM) Hasil Audit Belanja Modal, Belanja Barang, serta Keuangan Desa Tahun Anggaran 2025 yang digelar Inspektorat Kabupaten Takalar di Ruang Pola Kantor Bupati, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Inspektur Kabupaten Takalar Muhammad Rusli, Kepala Dinas PMD, serta para camat dan kepala desa.
Dalam laporannya, Inspektur Kabupaten Takalar Muhammad Rusli menjelaskan bahwa penandatanganan SKTJM ini merupakan bagian dari langkah pembinaan dan pengawasan agar temuan hasil pemeriksaan fisik maupun keuangan periode April–Mei 2025 dapat segera diselesaikan sebelum mengarah ke ranah hukum. Sesuai amanat PP Nomor 12 Tahun 2017, pihaknya mencatat sekitar 90 persen desa telah menunjukkan komitmen menindaklanjuti temuan tersebut. Ia mengapresiasi arahan Bupati yang memprioritaskan penyelesaian administratif dan pembinaan internal guna melindungi para kepala desa dari potensi jeratan hukum.
Sementara itu, Bupati Firdaus Daeng Manye mengingatkan bahwa meski kepala desa dipilih langsung oleh rakyat, mereka merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pemerintahan yang wajib tunduk pada aturan. Mengibaratkan pemerintahan seperti rangkaian roda mesin yang saling terhubung, ia menegaskan bahwa ketidakselarasan satu unsur akan mengganggu keseluruhan pelayanan publik. Bupati meminta seluruh jajaran bergerak bersama, bekerja dengan hati, serta memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa demi mendorong kemajuan daerah yang berawal dari desa.
Sebagai bukti nyata, Bupati mengapresiasi capaian Kepulauan Tanakeke yang berhasil meraih pengakuan internasional dalam menjaga kelestarian lingkungan berkat tata kelola yang baik. Ia menekankan bahwa desa-desa di Takalar harus menjadi pusat pertumbuhan baru yang mampu menarik peluang investasi maupun dukungan pembangunan global. Untuk itu, Dinas PMD juga diinstruksikan agar aktif membuka akses program pemerintah pusat guna memperbesar peluang pembangunan di tingkat desa.
Mengakhiri arahannya, Bupati menekankan peran vital Inspektorat untuk bersikap objektif dan memeriksa apa adanya demi mendeteksi potensi masalah lebih dini secara internal. Ia mengajak seluruh camat dan kepala desa menjadikan momentum penandatanganan SKTJM ini untuk memperkuat integritas serta akuntabilitas pengelolaan keuangan. Dengan semangat “One Team, One Command”, Bupati optimistis tata kelola pemerintahan di Takalar akan semakin sehat, pembangunan makin merata, dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud secara berkelanjutan.

































