Pelayanan Dipertanyakan, Pasien Kritis Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Jaya Mekar Padalarang  

Redaksi Jabar

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 13:11 WIB

506 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERWIRA POST . ID  //   Padalarang, 27 Juli 2026 – Keluhan pelayanan yang sangat memprihatinkan muncul dari warga terkait penanganan pasien kritis di Puskesmas Jaya Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Keluarga pasien mengaku sangat kecewa karena ayahnya yang dalam kondisi kritis justru mendapat respon buruk, penanganan yang dilambat-lambatkan, hingga diancam oleh petugas keamanan saat sedang cemas luar biasa.

 

Keluarga pasien yang berinisial A menceritakan kejadian memilukan itu kepada awak media. Saat itu, ia bergegas membawa ayahnya yang mengalami kondisi kesehatan yang sangat kritis untuk mendapatkan pertolongan pertama di Puskesmas Jaya Mekar. Namun, alih-alih disambut dengan kepedulian dan segera ditangani, kata A, ia justru mendengar ucapan yang sangat menyakitkan dan tidak pantas keluar dari mulut petugas pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Petugasnya malah bilang: ‘Kenapa sudah parah begini baru dibawa ke sini atuh?’ Mendengar itu saya langsung sangat emosi. Bagaimana tidak, bapak saya sedang sekarat butuh pertolongan secepatnya, malah mendapat ucapan seperti itu,” ungkap A dengan nada masih menyiratkan kekecewaan mendalam.

 

Tidak hanya ucapan yang menohok, A mengaku penanganan terhadap ayahnya justru dilambat-lambatkan dan ia diminta menunggu tanpa alasan yang jelas. Sangking cemasnya melihat kondisi ayah yang semakin memburuk dan tidak mendapat pertolongan segera, A merasa sangat tegang hingga tidak sengaja memukul dasboard kendaraan atau meja di lokasi tersebut karena tidak bisa menahan kekhawatiran.

 

Peristiwa itu justru memancing reaksi yang tak terduga dari petugas keamanan di lokasi. Bukannya memahami situasi atau berusaha melerai dan menenangkan keadaan, satpam Puskesmas Jaya Mekar tersebut diduga justru bersikap kasar dan berniat memukul A.

 

“Saya sangat kecewa sekali. Bapak saya kritis ditelantarkan, saya yang cemas malah diancam mau dipukul oleh satpam. Seharusnya mereka mengerti keadaan keluarga pasien, bukan malah menambah masalah,” tambah A.

 

Kekecewaan A dan keluarga sangat beralasan, mengingat puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki kewajiban utama untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, manusiawi, dan tidak membedakan siapa pun pasiennya, terlebih bagi mereka yang dalam kondisi darurat medis. Ucapan yang menyalahkan keluarga serta penundaan penanganan pasien kritis jelas bertentangan dengan prinsip etika profesi kesehatan dan standar pelayanan publik.

 

Hingga berita ini diturunkan, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi langsung kepada pihak manajemen Puskesmas Jaya Mekar untuk mendapatkan penjelasan terkait kejadian tersebut. Namun, petugas yang berjaga di bagian pelayanan menyatakan bahwa seluruh pimpinan sedang mengikuti rapat di luar kantor sehingga belum dapat dimintai keterangan.

 

Awak media berharap pihak berwenang, baik Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat maupun pengawas internal puskesmas segera menelusuri kejadian ini. Masyarakat juga menuntut adanya jaminan pelayanan yang lebih baik, penegakan disiplin bagi petugas yang melanggar aturan, serta kepastian bahwa setiap pasien yang membutuhkan pertolongan medis akan ditangani dengan sebaik-baiknya tanpa diskriminasi maupun penundaan yang tidak perlu.

 

Berita ini akan diperbarui apabila telah mendapatkan tanggapan resmi dari pihak Puskesmas Jaya Mekar maupun instansi terkait lainnya. Tim investigasi

Berita Terkait

Pemkab Takalar Raih Penghargaan di Jamsostek Award 2026
Diduga Gunakan Ijazah Palsu N Akhirnya akan Diilantik Sebagai Anggota BPD Pengisian Perempuan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan
Bupati Takalar Sapa Ribuan Peserta Kemah Inspirasi Galesong Selatan 
Takalar Raih Juara III Nasional Lomba Vlog PKK, Buktikan Sampah Bisa Jadi Berkah
Misteri Rp600 Juta di Rekening BK, Saharuddin: Saya Hanya Meminjam Rekening dan Menarik Semua Dana Dalam Dua Tahap
Takalar Resmi Buka MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi, Awali Langkah Cetak Generasi Unggul
Wabup Takalar Pimpin Upacara Peringatan Hari Koperasi ke-79, Tegaskan Peran Koperasi Sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:01 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi dengan Dunia Pendidikan Lewat Kunjungan ke SMP Negeri 1 Kutacane

Senin, 27 Juli 2026 - 15:24 WIB

Ngopi Bareng Warga, Kapolsek Babussalam Serap Aspirasi dan Dengarkan Keluhan Masyarakat Desa Kutarih

Senin, 27 Juli 2026 - 14:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bulanan, Tekankan Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Hadiri Perayaan Dies Natalis ke-2 GAMKI, Perkuat Sinergi Lintas Agama dan Pemuda

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:35 WIB

Polres Aceh Tenggara Tingkatkan Pengamanan dan Patroli di SPBU, Jaga Ketertiban di Tengah Kelangkaan BBM

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:27 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Gelar Temu Ramah dan Anev Bersama Bhabinkamtibmas Jajaran, Perkuat Peran Sebagai Garda Terdepan Polri

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:39 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Pererat Silaturahmi Lewat Subuh Keliling dan Jumat Curhat Bersama Masyarakat

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:35 WIB

Dari Dua Pelaku ke Pemasok Utama, Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Bongkar Jaringan Sabu Medan–Kutacane

Berita Terbaru