Subulussalam Memanas, CV Lae Saga Group Buat Ulah Lagi: Warga Belukur Makmur dan Kepala Mukim Binanga Dituding Curi Sawit di Kebun Sendiri

PERWIRA POST

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:00 WIB

50612 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam – Sengketa lahan sawit antara warga Kampong Belukur Makmur, Kecamatan Runding, dengan CV Lae Saga Group kembali ricuh. Perusahaan melaporkan sejumlah warga ke Polres Subulussalam dengan tuduhan pencurian tandan buah segar (TBS). Yang mengejutkan, Kepala Mukim Binanga, Tamrin, juga ikut terseret laporan.

Warga mengaku lahan itu merupakan tanah turun-temurun yang sah dimiliki, dibuktikan dengan Surat Keterangan Tanah (SKT) tahun 2009. Namun perusahaan menuding aksi panen sawit tersebut sebagai pencurian.

“Walaupun saya ikut dilaporkan, kami tetap berusaha melindungi hak-hak masyarakat adat di Kemukiman Binanga. Ini tanah kelahiran kami, tidak boleh hilang hanya karena klaim sepihak,” kata Tamrin, Jumat (29/8/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam rapat di kantor Camat Runding, Senin (25/8), tokoh masyarakat Maskur menyebut sedikitnya 28 hektare kebun sawit warga telah dikuasai perusahaan. Warga mendesak pemerintah menuntaskan persoalan ini.

Camat Runding, T. Ridwan Saidi, menegaskan pihaknya akan turun ke lapangan untuk verifikasi sebelum rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak perusahaan.

Di sisi lain, Ketua LSM Suara Putra Aceh, Antoni Tin, menilai konflik ini hanyalah puncak gunung es. Ia menyebut banyak perusahaan di Subulussalam diduga beroperasi tanpa izin lengkap, bahkan melibatkan mafia tanah.

“Banyak perusahaan masuk tanpa Amdal, tanpa dokumen legal. Diduga ada permainan mafia tanah. Kami minta Paduka Wali Nanggroe turun tangan,” ujarnya.

Rapat di kantor camat menyepakati dua hal: rapat lanjutan akan digelar menghadirkan perusahaan, dan CV Lae Saga diwajibkan membawa dokumen kepemilikan lahan resmi.

Kasus ini kembali menegaskan posisi mukim sebagai benteng adat Aceh. Suara warga pun semakin keras: “Tanah ini identitas kami, bukan untuk dirampas.”

A. Tin Berutu CS

Berita Terkait

Meski Tak Lagi Wali Kota, Haji Affan Alfian Bintang Tetap Didoakan dan Dihormati Tukang Becak Subulussalam
Jurnalis Subulussalam Diteror Usai Tugas Liputan, Anak dan Istri Alami Trauma
Syahbudin Padank Hadapi Ancaman Serius: Keluarga Wartawan Mengalami Trauma Berkelanjutan!

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:58 WIB

Bangun Akses untuk Rakyat, Kodim Abdya Gotong Royong Wujudkan Jembatan Beton di Gunung Cut

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:36 WIB

Program Manunggal Air Kodim 0110/Abdya Hadirkan Harapan Baru bagi Warga di Wilayah Terisolasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:42 WIB

Kodim Abdya Percepat Pembangunan 5 Sumur Bor, Prajurit dan Warga Kompak Kerjakan Pondasi Tower

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:31 WIB

Kodim Abdya Rampungkan 3 Jembatan di Jeumpa dan Setia, Permudah Mobilitas Hasil Pertanian Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:53 WIB

Kodim Abdya Bangun Lima Sumur Bor, Progres Pekerjaan Capai 4 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:46 WIB

Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:40 WIB

Semangat Nasionalisme Pelajar Abdya Sambut Meriah Penutupan TMMD ke-128

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:13 WIB

Penampilan Spektakuler Pelajar dan TNI Warnai Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya

Berita Terbaru