Tangis Ramadan di Pasirlangu: Luka Keluarga Korban Longsor dan Dugaan Polemik Administrasi

Redaksi Jabar

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:44 WIB

5035 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERWIRA POST .ID // BANDUNG BARAT – Ramadan yang biasanya menjadi bulan penuh kebahagiaan dan kebersamaan, tahun ini terasa begitu berbeda bagi sebagian warga di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Duka akibat bencana longsor yang merenggut nyawa sejumlah warga masih menyisakan luka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di antara kisah pilu itu, Ai Neni—keluarga korban—menjalani Ramadan dengan hati yang terasa kosong.

Ia kehilangan sosok kakak perempuan dan dua keponakannya yang masih belia dalam peristiwa tragis tersebut. Kehangatan keluarga yang dulu mengisi hari-harinya kini berganti dengan kenangan dan doa-doa lirih di setiap malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ramadan kali ini berbeda. Biasanya kami sahur dan berbuka bersama. Sekarang hanya doa yang bisa kami kirimkan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun di tengah suasana berkabung, muncul dinamika lain yang menambah beban psikologis keluarga. Ai Neni mengungkapkan adanya persoalan administrasi kependudukan yang menyeret nama mantan suami almarhumah, Asep Abas. Ia menduga terdapat kejanggalan dalam penerbitan dokumen kependudukan setelah peristiwa longsor terjadi.

Menurut penuturannya, sebelum kejadian bencana, status administrasi Asep Abas disebut belum sepenuhnya jelas di wilayah tersebut. Ia menilai, kemunculan dokumen kependudukan baru pascakejadian menimbulkan tanda tanya di kalangan warga setempat.
Pihak keluarga berharap polemik ini dapat diselesaikan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi data secara objektif.

Sementara itu, sumber lain yang enggan disebutkan namanya menyebut adanya pihak ketiga yang diduga memengaruhi situasi, termasuk munculnya narasi di media sosial yang memperkeruh suasana. Di platform digital seperti TikTok, beredar sejumlah pernyataan yang memicu perdebatan publik.

Meski demikian, keluarga korban menegaskan bahwa yang mereka butuhkan saat ini bukanlah polemik, melainkan ketenangan dan kepastian hukum. “Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan, tanpa saling menyudutkan. Yang pergi sudah tidak bisa kembali,” ujar salah satu anggota keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, bukan hanya kerugian materi yang ditinggalkan, tetapi juga potensi konflik yang muncul ketika emosi dan kepentingan bersinggungan. Di bulan suci ini, warga Pasirlangu berharap kedamaian dapat kembali menyelimuti kampung mereka—dan keadilan dapat berjalan tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.

Red R.S

Berita Terkait

Lapas Sibolga Terima Penghargaan Atas Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik Tahun 2025 Ombudsman RI
HIMPUNAN PELAJAR MAHASISWA WAJO KOPERTI UNIVERSITAS BOSOWA MAKASSAR SOROTI DUGAAN PENYELEWENGAN BBM SUBSIDI DI KABUPATEN WAJO
Lapas Sibolga Gandeng Dinas Kesehatan Kota Sibolga Gelar Penyuluhan Hanta Virus dan Skrining Kesehatan Warga Binaan
Bupati Takalar Tinjau Lokasi Kantor Kecamatan Laikang, Petani Rumput Laut  dan Wisata Pantai Punaga
Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Terima Kunjungan Wartawan: Bagi Saya, Semua Setara Tanpa Memandang Status Sosial
Disambut Tor-tor, Pangdam I/BB Hadirkan Infrastruktur Penghubung untuk Warga Tapanuli Utara
HOAKS! Tuduhan Kalapas Kelas I Medan Tak Bertaring dan KPLP Jadi Tameng WBP Alan Dinilai Fitnah Tanpa Bukti
Takalar Gencarkan Pengembangan Perikanan Budidaya Lewat Talkshow Interaktif “Takalar Cepat Menyapa”

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 17:52 WIB

Lapas Sibolga Gandeng Dinas Kesehatan Kota Sibolga Gelar Penyuluhan Hanta Virus dan Skrining Kesehatan Warga Binaan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:25 WIB

Bupati Takalar Tinjau Lokasi Kantor Kecamatan Laikang, Petani Rumput Laut  dan Wisata Pantai Punaga

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:29 WIB

Karutan Tanjung Pura Fransisco Pandia Terima Kunjungan Wartawan: Bagi Saya, Semua Setara Tanpa Memandang Status Sosial

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:58 WIB

HOAKS! Tuduhan Kalapas Kelas I Medan Tak Bertaring dan KPLP Jadi Tameng WBP Alan Dinilai Fitnah Tanpa Bukti

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:57 WIB

Takalar Gencarkan Pengembangan Perikanan Budidaya Lewat Talkshow Interaktif “Takalar Cepat Menyapa”

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:55 WIB

Perketat Pengawasan, Kalapas Pancur Batu Pimpin Langsung Razia Kamar Hunian Warga Binaan

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:10 WIB

Tanggapi Keluhan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Hadir Serap Aspirasi dan Berikan Solusi

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:33 WIB

Kadis Pendidikan Takalar Pastikan SPMB 2026/2027 Transparan dan Bebas Celah

Berita Terbaru