Tangis Ramadan di Pasirlangu: Luka Keluarga Korban Longsor dan Dugaan Polemik Administrasi

Redaksi Jabar

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 15:44 WIB

5039 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PERWIRA POST .ID // BANDUNG BARAT – Ramadan yang biasanya menjadi bulan penuh kebahagiaan dan kebersamaan, tahun ini terasa begitu berbeda bagi sebagian warga di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Duka akibat bencana longsor yang merenggut nyawa sejumlah warga masih menyisakan luka mendalam, terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.
Di antara kisah pilu itu, Ai Neni—keluarga korban—menjalani Ramadan dengan hati yang terasa kosong.

Ia kehilangan sosok kakak perempuan dan dua keponakannya yang masih belia dalam peristiwa tragis tersebut. Kehangatan keluarga yang dulu mengisi hari-harinya kini berganti dengan kenangan dan doa-doa lirih di setiap malam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ramadan kali ini berbeda. Biasanya kami sahur dan berbuka bersama. Sekarang hanya doa yang bisa kami kirimkan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Namun di tengah suasana berkabung, muncul dinamika lain yang menambah beban psikologis keluarga. Ai Neni mengungkapkan adanya persoalan administrasi kependudukan yang menyeret nama mantan suami almarhumah, Asep Abas. Ia menduga terdapat kejanggalan dalam penerbitan dokumen kependudukan setelah peristiwa longsor terjadi.

Menurut penuturannya, sebelum kejadian bencana, status administrasi Asep Abas disebut belum sepenuhnya jelas di wilayah tersebut. Ia menilai, kemunculan dokumen kependudukan baru pascakejadian menimbulkan tanda tanya di kalangan warga setempat.
Pihak keluarga berharap polemik ini dapat diselesaikan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada aparat berwenang untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi data secara objektif.

Sementara itu, sumber lain yang enggan disebutkan namanya menyebut adanya pihak ketiga yang diduga memengaruhi situasi, termasuk munculnya narasi di media sosial yang memperkeruh suasana. Di platform digital seperti TikTok, beredar sejumlah pernyataan yang memicu perdebatan publik.

Meski demikian, keluarga korban menegaskan bahwa yang mereka butuhkan saat ini bukanlah polemik, melainkan ketenangan dan kepastian hukum. “Kami hanya ingin kebenaran ditegakkan, tanpa saling menyudutkan. Yang pergi sudah tidak bisa kembali,” ujar salah satu anggota keluarga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap bencana, bukan hanya kerugian materi yang ditinggalkan, tetapi juga potensi konflik yang muncul ketika emosi dan kepentingan bersinggungan. Di bulan suci ini, warga Pasirlangu berharap kedamaian dapat kembali menyelimuti kampung mereka—dan keadilan dapat berjalan tanpa mengorbankan nilai kemanusiaan.

Red R.S

Berita Terkait

Bupati Takalar Daeng Manye Sentil Budaya “Absen Doang”: Tekankan Disiplin ASN dan Lepas Calon Paskibraka 2026
Bupati Takalar Daeng Manye Letakkan Batu Pertama Pembangunan Irigasi Di Polsel
Pemkab Takalar Raih Penghargaan di Jamsostek Award 2026
Diduga Gunakan Ijazah Palsu N Akhirnya akan Diilantik Sebagai Anggota BPD Pengisian Perempuan
SWI Bangun Sinergi Nasional, Dari Penguatan Organisasi Hingga Kepedulian Lingkungan
Bupati Takalar Sapa Ribuan Peserta Kemah Inspirasi Galesong Selatan 
Fahd El Fouz Arafiq: Siapa Pun yang Serang Ketum Bahlil Akan Berhadapan dengan saya dan Ormas Golkar!
Fahd El Fouz Arafiq: Serangan terhadap Bahlil Sudah Kelewatan, Ormas Golkar Siap Melawan

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:34 WIB

Gotong Royong TNI dan Warga Hasilkan Tiga Jembatan Beton untuk Masyarakat Abdya

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:36 WIB

Program Manunggal Air Kodim 0110/Abdya Hadirkan Harapan Baru bagi Warga di Wilayah Terisolasi

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:42 WIB

Kodim Abdya Percepat Pembangunan 5 Sumur Bor, Prajurit dan Warga Kompak Kerjakan Pondasi Tower

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:31 WIB

Kodim Abdya Rampungkan 3 Jembatan di Jeumpa dan Setia, Permudah Mobilitas Hasil Pertanian Warga

Senin, 20 Juli 2026 - 17:53 WIB

Kodim Abdya Bangun Lima Sumur Bor, Progres Pekerjaan Capai 4 Persen

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:46 WIB

Membelah Bukit, TMMD Hadirkan ‘Merah Putih’ di Gunung Cut

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:40 WIB

Semangat Nasionalisme Pelajar Abdya Sambut Meriah Penutupan TMMD ke-128

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:13 WIB

Penampilan Spektakuler Pelajar dan TNI Warnai Penutupan TMMD ke-128 Kodim Abdya

Berita Terbaru